arsip

Jumat, 16 Juni 2017

Review Novel Just Listen by Sarah Dessen

51738 
(credit: Goodreads.com)

Pengarang           : Sarah Dessen

Tanggal Terbit      : 6 April 2006

Tokoh                 : Annabel Greene, Owen Armstrong, Whitney Greene, Kirsten Greene, Clarke Reynold

Setting Tempat     : LakeView, North Carolina, United States


"Don't think or judge. Just Listen."

itu adalah sepenggal kalimat yang di ucapkan oleh Annabel  kepada Owen. Simpel namun memiliki makna yang dalam. Makna yang harus dipelajari oleh setiap manusia.

Cerita ini menceritakan sudut pandang Annabel tentang kehidupannya. Setahun yang lalu, Annabel adalah seorang murid SMA yang memiliki segalanya. Dia adalah seorang bintang iklan komersial untuk sebuah brand yang cukup ternama, dia memiliki dua orang kakak yang juga memiliki hobi dalam dunia modeling, dia memiliki keluarga yang mungkin dinilai oleh orang lain sebagai keluarga yang sempurna, dan dia juga memiliki dua orang sahabat yaitu Sophie dan Clarke.

Namun, semua itu setahun yang lalu karena saat ini, Annabel bukanlah Annabel yang dulu. Dia kehilangan temannya dan seorang kakaknya menderita eating disorder.

ketika kalian baca sinopsis diatas, mungkin kalian akan mengira bahwa cerita ini seperti kebanyakan cerita pada umumnya, yaitu cerita tentang seorang gadis yang memiliki segalanya namun tiba-tiba semua menghilang dan tokoh utama menjadi depresi, namun dia menemukan cinta dan cinta itu menyembuhkan setiap luka.

Aku mau bilang bahwa kalian tidak akan menemukan hal itu dalam novel ini. Novel ini mengajarkan sesuatu yang lebih tentang kehidupan. Dan novel ini benar-benar sesuai dengan realita yang ada.

Keluarga yang terlihat sempurna belum tentu menjamin keterbukaan. Ini yang menjadi masalah utama dalam novel ini. kurangnya komunikasi dan memilih untuk menanggung beban seorang diri. Dari novel ini, aku merasa bahwa Annabel sama seperti kebanyakan remaja, yaitu sulit untuk jujur terhadap orang lain, terutama orang tuanya. Padahal kejujuran dan keterbukaan itu bisa mempermudahnya untuk menyelesaikan konflik dalam dirinya.

Novel ini mengajarkan bahwa apapun masalah yang terjadi, keluarga dan teman adalah yang terpenting. dari novel ini, ada sesuatu yang aku pelajari. sesempurna apapun keluarga yang kita miliki, akan ada saatnya kita tidak bisa menceritakan masalah dan masalah tersebut malah membebani pikiran kita.

Dipermanis dengan kisah hubungan yang dibangun antara Annabel dan Owen Armstrong, seorang laki-laki nyentrik maniak musik membuat novel ini semakin manis. Owen adalah tokoh yang mau jujur terhadap dirinya sendiri. Owen ini juga  (selain keluarga) yang nantinya akan mendorong Annabel untuk mulai terbuka, untuk mau membagi bebannya.

Satu pesan penting dari novel ini adalah, kita harus lebih banyak mendengarkan. jangan pernah langsung men-judge sesuatu sesuai dengan apa yang kita lihat!

So, tidak ada salahnya kalian baca novel ini di sela-sela waktu santai kalian karena bahasanya ringan dan ceritanya  pun gampang diterima oleh otak kita karena menceritakan tentang kejadian sehari-hari yang biasa dialami oleh para remaja




Love Never False

Love Never Wrong

But human are dumb

sometimes human are selfish

And then, love just ....... FADED
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar