arsip

Jumat, 07 Oktober 2016

Poem 1

i love poetry

i love to play with words

english problably not my natural language

but in english, i found my unconscious soul

and accompanied by a cup of coffe

i found another me



There are two souls who searching for an answer

Althought they know the whole truth


we never want to be in this part
never
you, and me know the truth well
but love, it had painted the different way
so we seperated away

we never make it end
never
you, and me never plan this way
but love, it was making us confuse
so we desperated

we. you and me never. We never do anything
but love, has taken it away

you, and me. we could have searched, we should have tried,
but no, we cried. And it makes no sense. It makes nothing.

in the last line, we asked each other ‘where? Where do i belong?
We asked reality
It have an answer

Sorry humans, love had stolen it from you and gave it up to me
Yes! we both know the truth

Kamis, 06 Oktober 2016

Girl On The Train : My Point of View

Hello again
now, i really want to express my point of view about the one of most-talked novel in 2016.

yeah, Let's Check This Out

Girl On The Train!!!


Image result for girl on the train review
Credit  by google image
 Nah, sebelum kita cekidot ke reviewnya, aku mau kasih tau beberapa informasi kasar tentang novel ini.

Tittle            : Girl On The Train

Author         : Paula Hawkins

Characters   : Rachel Watson, Anna Watson, Tom Watson, Megan Hipwell, Scott Hipwell, Kamal Abdic.

Setting         : London, England


Jengjeng.... itu sekilas informasi novel ini. 

Kalau pendapat aku, cerita ini biasa saja. Ya, cukup menghibur untuk menemani rasa suntuk saat sedang kena macetnya jakarta.

Cerita ini menceritakan tentang Rachel Watson. Seorang janda yang, hmm.. gimana ya ngejelasinnya? kalau aku sih menggambarkan dia sebagai tokoh yang depresi dan suka minum-minum gitu. Ketika masih di bagian awal, aku sempat berfikir kalau si Rachel ini depresi berat. kenapa? karena di awal cerita, dia selalu fokus kepada sepasang kekasih yang tinggal disebuah rumah yang selalu dilewati oleh kereta yang ditumpanginya.Megan dan Scoot. Dan rumah sepasang kekasih itu, terletak tepat di sebelah rumah mantan suaminya Tom Watson yang kini sudah menikah dengan Anna Watson.

Tentu saja, Rachel tidak mengenal siapa sepasang kekasih itu. Rachel menamai mereka dengan nama Jason dan Jess. Dan menurut Rachel, Jess dan Jason adalah pasangan yang sangat bahagia.

Tentu saja, itu hanya pandangan Rachel. Dalam cerita ini aku mendapat sebuah pembelajaran, bahwa apa yang kita lihat belum tentu sama dengan realita yang ada.

ketika aku masih baca dibagian ini. Ekspetasiku terhadap cerita ini benar-benar melambung jauh. karena memang unik sih jalan ceritanya. apalagi, sudut pandang tokoh dalam cerita ini terdiri dari 3 pov yang berbeda, yaitu Rachel, Anna, dan Megan. Ketiganya itu seperti strangers tapi mereka akan memecahkan misteri dalam cerita ini. 

Kenapa aku mengatakan buku ini biasa saja? mungkin karena kekecewaan ku terhadap akhir dari jalan ceritanya. Entah mengapa aku merasa kurang puas dengan akhirnya. meski misterinya sudah terkuak. Seperti ada yang kurang. 

lagi, kenapa aku merasa kurang puas. karena ketika membaca buku ini, aku tidak mendapatkan feel apapun. misalkan saat aku membaca romance, aku akan merasa seperti si tokoh utama yang sedang jatuh cinta. kalau aku sedang membaca historical fiction, aku akan merasa hanyut dengan latar cerita jaman dulu, jika aku membaca humor, ya bakal sering ketawa. tapi ketika aku membaca ini,  i felt nothing. meski cerita ini mengantung unsur misteri,aku tidak penasaran. Meski dugaanku ternyata salah. Tapi tetap, aku kurang puas dengan endingnya.

Tapi menurut aku, cerita ini masih termasuk worth it untuk dijadikan pengalihan rasa suntuk. mungkin karena pembawaan bahasanya yang cukup enak sehingga tidak membuat aku pusing saat membacanya. 

Buku ini termasuk karya yang cukup fenomenal. Bahkan, Cerita ini diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Tapi jujur, aku tidak akan menonton filmnya kecuali memang 'mengharuskan'. 

Sekian, Review singkat tentang Girl on The Train