now, i really want to express my point of view about the one of most-talked novel in 2016.
yeah, Let's Check This Out
Girl On The Train!!!
| Credit by google image |
Tittle : Girl On The Train
Author : Paula Hawkins
Characters : Rachel Watson, Anna Watson, Tom Watson, Megan Hipwell, Scott Hipwell, Kamal Abdic.
Setting : London, England
Jengjeng.... itu sekilas informasi novel ini.
Kalau pendapat aku, cerita ini biasa saja. Ya, cukup menghibur untuk menemani rasa suntuk saat sedang kena macetnya jakarta.
Cerita ini menceritakan tentang Rachel Watson. Seorang janda yang, hmm.. gimana ya ngejelasinnya? kalau aku sih menggambarkan dia sebagai tokoh yang depresi dan suka minum-minum gitu. Ketika masih di bagian awal, aku sempat berfikir kalau si Rachel ini depresi berat. kenapa? karena di awal cerita, dia selalu fokus kepada sepasang kekasih yang tinggal disebuah rumah yang selalu dilewati oleh kereta yang ditumpanginya.Megan dan Scoot. Dan rumah sepasang kekasih itu, terletak tepat di sebelah rumah mantan suaminya Tom Watson yang kini sudah menikah dengan Anna Watson.
Tentu saja, Rachel tidak mengenal siapa sepasang kekasih itu. Rachel menamai mereka dengan nama Jason dan Jess. Dan menurut Rachel, Jess dan Jason adalah pasangan yang sangat bahagia.
Tentu saja, itu hanya pandangan Rachel. Dalam cerita ini aku mendapat sebuah pembelajaran, bahwa apa yang kita lihat belum tentu sama dengan realita yang ada.
ketika aku masih baca dibagian ini. Ekspetasiku terhadap cerita ini benar-benar melambung jauh. karena memang unik sih jalan ceritanya. apalagi, sudut pandang tokoh dalam cerita ini terdiri dari 3 pov yang berbeda, yaitu Rachel, Anna, dan Megan. Ketiganya itu seperti strangers tapi mereka akan memecahkan misteri dalam cerita ini.
Kenapa aku mengatakan buku ini biasa saja? mungkin karena kekecewaan ku terhadap akhir dari jalan ceritanya. Entah mengapa aku merasa kurang puas dengan akhirnya. meski misterinya sudah terkuak. Seperti ada yang kurang.
lagi, kenapa aku merasa kurang puas. karena ketika membaca buku ini, aku tidak mendapatkan feel apapun. misalkan saat aku membaca romance, aku akan merasa seperti si tokoh utama yang sedang jatuh cinta. kalau aku sedang membaca historical fiction, aku akan merasa hanyut dengan latar cerita jaman dulu, jika aku membaca humor, ya bakal sering ketawa. tapi ketika aku membaca ini, i felt nothing. meski cerita ini mengantung unsur misteri,aku tidak penasaran. Meski dugaanku ternyata salah. Tapi tetap, aku kurang puas dengan endingnya.
Tapi menurut aku, cerita ini masih termasuk worth it untuk dijadikan pengalihan rasa suntuk. mungkin karena pembawaan bahasanya yang cukup enak sehingga tidak membuat aku pusing saat membacanya.
Buku ini termasuk karya yang cukup fenomenal. Bahkan, Cerita ini diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Tapi jujur, aku tidak akan menonton filmnya kecuali memang 'mengharuskan'.
Sekian, Review singkat tentang Girl on The Train
Tidak ada komentar:
Posting Komentar